Blue Bridge Polinema, Bentuk Pengabdian Polinema terhadap Masyarakat

Pengendara sepeda motor saat melintasi Blue Bridge Polinema, Jumat (03-01). (Agam)

Politeknik Negeri Malang (Polinema) baru-baru ini meresmikan jembatan penghubung antara Jalan Terusan Kembang Turi, RT 04/RW 04 dengan Jalan MT Haryono Gang 3  pada Minggu, 29 Desember 2019. Jembatan ini direnovasi selama lima puluh hari, dimulai pada 10 November 2019 hingga dibuka kembali pada 29 Desember 2019. Peresmian dan pembukaan kembali jembatan dilakukan oleh Dr. Eng. Anggit Murdani, S.T., M.Eng., selaku Pembantu Direktur (Pudir) III dan Hadi Santoso selaku Ketua RW 04, Kelurahan Jatimulyo. Acara peresmian digelar di atas jembatan diisi doa dan potong tumpeng bersama warga setempat. Pada peresmiannya, jembatan alternatif ini diberi nama Blue Bridge Polinema. “Namanya itu berawal dari melihat warna jembatan, kombinasi warna biru dan biru muda lalu ditemukanlah Blue Bridge Polinema sebagai nama jembatan,” tutur Dr. Drs. Burhamtoro, S.T., M.T., selaku Dosen Teknik Sipil dan koordinator kegiatan renovasi jembatan.

Renovasi jembatan ini merupakan salah satu program Bakti Karya Polinema. Program ini merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian Polinema terhadap masyarakat sekitar, yang melibatkan mahasiswa dan dosen Polinema. Kondisi jembatan yang sudah kritis, serta pengguna jembatan yang bukan hanya warga sekitar, melainkan dari civitas academica Polinema, juga menjadi alasan direnovasinya jembatan tersebut. Adapun renovasi jembatan ini melibatkan banyak kalangan seperti Dosen Jurusan Teknik Sipil sebagai tim ahli, alumni Polinema, Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, serta warga setempat.

Mahasiswa Teknik Sipil dan warga setempat bekerja sama merenovasi jembatan. (Sumber: Dokumen Istimewa)

Jembatan ini direnovasi karena dinilai kondisinya yang memprihatinkan. Kondisi kayu yang lapuk dan beton yang retak, menyebabkan beton jembatan bergetar ketika dilalui sepeda motor. Hal ini mengharuskan pengendara menuntun sepeda motornya saat melewati jembatan tersebut. Selain itu, komposisi jembatan yang hanya terdiri dari gelagar, serta kayu yang dilapisi beton, justru memberikan beban besar yang ditanggung jembatan. Berbagai langkah perbaikan yang dilakukan warga pun tak berdampak besar. “Sebelumnya sudah kita perbaiki secara manual, kita ganti balok-balok kayu lalu kita cor dan kembalikan lagi namun goyang-goyang lagi,” ujar Ketua RW 04. Akhirnya, warga berkoordinasi dengan pihak Polinema untuk meminta bantuan terkait perbaikan jembatan.

Kondisi jembatan sebelum direnovasi, saat masih berlapis kayu. (Sumber: Dokumen Istimewa)

Pada 1 November 2019, spanduk yang memberitahukan adanya penutupan jalan ke jembatan sudah terpasang. Setelah dilakukan penutupan, tanggal 10 November 2019, warga dan pihak Polinema menyelenggarakan selamatan guna memulai renovasi dan  pembongkaran jembatan. Renovasi jembatan menggunakan struktur komposit lapisan plat baja, tidak lagi menggunakan balok kayu. Di atas lapisan plat baja dipasang shear connector yang berfungsi untuk menghubungkan antara tulangan, beton, plat baja dan gelagar, sehingga beban tidak terfokus di beton saja. Selain itu, juga dilakukan pemasangan  tulangan wiremesh pada bagian atas dan bawah sebelum akhirnya  dilakukan pengecoran setebal 25 cm. Terakhir, dilakukan pengecatan dan pengaspalan.

Jembatan berukuran 20 x 2,2 meter ini berhasil direnovasi dengan menghabiskan dana di atas seratus juta rupiah, dan diperkirakan bertahan sampai 25 tahun. Beberapa hal yang akan ditingkatkan dari jembatan ini adalah penerangannya yang dirasa kurang. “Sambil berjalan akan ditambahkan penerangan. Tapi yang terpenting sekarang bisa berfungsi dulu jembatannya. Rencananya akan dilaporkan ke Pemerintah agar Dinas Pekerjaan Umum guna membantu terkait perbaikan pondasi. Karena menurut informasi dari Dosen Teknik Sipil (tim ahli) perlu direnovasi untuk mencegah potensi kerusakan yang lebih parah akibat tergerus air,” ujar Pudir III.

Pemasangan Shear Connector oleh teknisi saat renovasi Blue Bridge Polinema. (Sumber: Dokumen Istimewa)

Dibukanya kembali jembatan alternatif ini membawa kabar gembira bagi warga dan civitas academica Polinema yang menggunakan jembatan. Sebagaimana pendapat Ahmad Helmi Yahya, Mahasiswa D3 Manajemen Informatika, “Sangat bagus ya, soalnya bisa mempermudah mahasiswa untuk mengakses jalan tersebut dari Dinoyo ke Polinema, sehingga tidak perlu memutar jauh lagi.”  Respon positif juga diungkapkan Ketua RW 04, Kelurahan Jatimulyo, “Senang sekali melewati jembatan sudah tidak bergoyang lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Polinema. Semoga seterusnya juga ada perawatan terhadap jembatan tersebut. “

(Arya Putra H.Y, Sholah Zamzami)

Related Posts