March 18, 2020

Berlakukan Kuliah Online, Direktur Himbau Jangan Pulang Kampung

3 min read

Isi surat edaran tentang pencegahan infeksi COVID-19 yang dikeluarkan Direktur Polinema, Senin (16-03). (Sumber: Dokumen Istimewa)

Menanggapi isu Corona di Kota Malang, DRS. Awan Setiawan, MMT., MM, selaku Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 26/DIR/TU/2020 tentang pencegahan infeksi Corona Virus Disease (COVID-19) di Polinema atas instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Senin (16-03). Surat Edaran tersebut berisi imbauan untuk melakukan pembelajaran di rumah dengan menggunakan sistem online atau daring, bukan tatap muka. Pihak kampus juga menekankan kepada mahasiswa agar tidak pergi ke tempat umum. Sementara itu, dosen dan karyawan tetap masuk sesuai prosedur protokol kesehatan dan tetap memonitoring mahasiswa yang melakukan kegiatan belajar di rumah. Surat edaran ini merupakan perubahan dari surat edaran pertama hasil dari koordinasi dengan walikota, ”Terdapat kebijakan baru dari presiden, menteri, gubernur, dan walikota yang membuat surat edaran harus diubah,” ungkap Direktur.

Surat Edaran yang diturunkan menimbulkan berbagai dampak terhadap aktivitas perkuliahan di Polinema. Kegiatan perkuliahan yang biasanya dilakukan secara tatap muka, untuk saat ini harus dilakukan secara daring. Kegiatan pembelajaran daring dimulai sejak 17 hingga 27 Maret 2020, Sistem perkuliahan secara online dapat menggunakan media yang tersedia seperti Whatsapp, email, dan Learning Management System (LMS), tergantung tiap-tiap dosen yang mengajar,” tutur Direktur. Learning Management System atau disingkat LMS merupakan fasilitas yang disediakan Polinema untuk dosen dan mahasiswa guna melakukan pembelajaran berbasis elektronik. Namun, hingga saat ini hanya beberapa jurusan yang siap menggunakan LMS, seperti Jurusan Akuntansi dan Teknologi Informasi. “Untuk jurusan yang lain diharapkan dapat memanfaatkan platform lain dalam kegiatan perkuliahan secara online,” imbuh direktur. Apabila kondisi memburuk, untuk mengurangi pergerakan virus masa pembelajaran online memiliki kemungkinan untuk diperpanjang, “Kemungkinan diperpanjang pasti ada, karena juga mengikuti berita perkembangan dari persebaran COVID-19,” ungkap dia.

Kegiatan lain yang juga terpengaruh dengan adanya Surat Edaran ini adalah praktik. Direktur menjelaskan sebagai Politeknik dirasa kurang apabila tidak melakukan praktikum dan beralih ke sistem perkuliahan online, “Untuk pengaruh dalam kegiatan perkuliahan pasti ada, kita harus menyesuaikan. Kegiatan yang tertunda dialihkan ke waktu yang lain, khususnya untuk kegiatan praktikum akan dialihkan ke waktu yang belum ditentukan,” ungkap dia. Hal senada juga disampaikan oleh Gevrelda Alif Vaganza mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Program Studi D3 Teknik Mesin, ”Praktik jelas terganggu, karena tidak dapat turun ke bengkel secara langsung. Saat ini kegiatan di bengkel masih diliburkan dulu dari dosen,” tutur Gevrelda.

Dalam penjelasannya mengenai mahasiswa yang hendak pulang kampung, Direktur Polinema mengimbau mahasiswa untuk tidak kembali ke tempat asalnya terlebih dahulu dan tidak berkumpul di tempat umum, ”Sesuai dengan kebijakan di Surat Edaran yang pertama, mahasiswa diimbau untuk tidak kembali ke tempat asalnya terlebih dahulu agar penyebaran virus tidak meluas. Lebih ditekankan lagi agar mahasiswa tidak mengerjakan tugas di tempat-tempat umum seperti cafe dan lain sebagainya,“ ungkap Direktur.

Selain itu, Surat Edaran ini juga berpengaruh terhadap kegiatan di Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI) Polinema. “Masing-masing LT, UKM, HMJ yang sudah merencanakan kegiatan di bulan ini harus tertunda dan dilakukan reschedule,” imbuh Galang Aji Santosa Paku Alam, selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Polinema. Ia juga menjelaskan tidak dianjurkannya beraktivitas di Gedung AS atau Sekretariat Bersama, “Tidak dianjurkan. Tetapi apabila keadaan sangat genting dan mendesak maka diperbolehkan,” tutur dia.

Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin saat menggunakan hand sanitizer yang tersedia di gedung AX, Senin (16-03). (Agam)

Selain dengan mengeluarkan Surat Edaran, bentuk upaya kampus dalam mencegah penyebaran infeksi dilakukan dengan menyediakan hand sanitizer yang diproduksi oleh Jurusan Teknik Kimia Polinema. Hand sanitizer tersebut disediakan di setiap gedung di Polinema. Rencananya, selain penyediaan hand sanitizer, akan diadakan juga sterilisasi,“Dalam waktu dekat akan dilaksanakan sterilisasi seperti penyemprotan yang sudah dilakukan oleh Universitas Brawijaya,” tambah Direktur Polinema.

(Agam, Cahaya, Kirana)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.