Belajar Membentengi Akhlak di Era Modern melalui Open Mentoring

Miftahul Huda, Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rispol mnyampaikan Sambutan saat Open Mentoring, Sabtu (10/11). (Vivian)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Islam Politeknik Negeri Malang (Rispol) kembali menggelar kegiatan Open Mentoring 2018/2019 di Graha Polinema (Grapol), Sabtu (10/11). Kegiatan serangkaian mentoring merupakan suatu wadah bagi mahasiswa baru (maba) muslim untuk melaksanakan kegiatan belajar Al Quran dan peningkatan akhlak. Kegiatan wajib tahunan ini  dimaksudkan untuk memberantas buta huruf Hijaiyah  dengan pembagian kelompok antara mente dan mentor. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menjadikan Politeknik Negeri Malang (Polinema) kampus madani, berlandaskan Al Quran dan Al Hadist. Seperti meneladani akhlak dan karakter Rasululloh Nabi Muhammad SAW. Untuk mentoring tahun ini Rispol mengusung tema “Tebarkan Semangat Mentoring dalam Indahnya Ukhuwah Guna Wujudkan Generasi Berkarakter Islami”. “Acara ini sangat penting dilaksanakan karena dibalik belajar mengembangkan hardskill mahasiswa juga harus mengembangkan softskill yang bisa diambil salah satunya lewat mentoring,” tutur Miftahul Huda selaku ketua umum UKM Rispol.   Acara Open Mentoring kali ini diikuti oleh sekitar 2950 mahasiswa muslim Polinema.

Dr. Arief Alamsyah N, MARS  menyampaikan materi  dalam acara Open Mentoring 2018/2019, Sabtu (10/11). (Ikfi)

Acara tersebut dibuka pukul 07.00 WIB oleh Syifa’ul Qolbi yang melantunkan beberapa sholawat Nabi. Kegiatan dilanjutkan dengan tilawah Al Quran kemudian sambutan dari ketua pelaksana, ketua umum dan Pembantu Direktur (Pudir) 3. Selanjutnya panitia menyampaikan sosialisasi mentoring yang berisi pengertian mentoring dan peraturan pelaksanaan mentoring. Acara inti dari kegiatan ini adalah penyampaian materi oleh dr. Arif Alamsyah N, MARS mengenai pembentengan diri di zaman sekarang dilanjut pemutaran video motivasi mentoring. Acara terakhir merupakan penyampaian kesan pesan dari ikhwan mentor tahun lalu dan akhwat mente tahun lalu, setelah itu penyampaian mentoring challenge dan penutup. Tahun ini Open Mentoring dilaksanakan di Grapol dengan satu sesi. Sedangkan tahun lalu open mentoring dilaksanakan di Aula Pertamina (Auper) dan dilaksanakan sebanyak dua sesi. “Open Mentoring 2018 ada mentoring challenge berupa mentor dan mente membuat video kegiatan waktu mentoring kemudian dari Rispol memilih salah satu video yang terbaik dan diumumkan saat closing mentoring,” ungkap Muhammad Kholili selaku ketua pelaksana.

Kholili mengungkapkan bahwa kegiatan mentoring dilakukan selama satu semester sebanyak delapan kali pertemuan ditambah dengan empat kali pertemuan besar yaitu polinema bersolawat, Open Mentoring, kenduri kebudayaan serta closing mentoring. Jika tidak memenuhi daftar kehadiran sesuai ketentuan maka konsekuensinya sertifikat mentoring ditahan. Menurut Kholili kegiatan open mentoring bisa berjalan dengan lancar ditambah motivatornya sangat baik, sekaligus penataan panggungnya juga sudah baik. Namun disisi lain dijumpai banyak kendala seperti mengatur maba, “kendalanya itu kita kesulitan publikasi ke kelas-kelas. Mana yang maba dan mana yang bukan. Lalu juga masalah pengondisian maba yang jumlahnya banyak”, tambah Miftakhul Jannah selaku koordinator lapangan (korlap) perempuan. “Kalau bisa publikasinya lebih general misalkan ada video-video sedikit dari open mentoring sekarang, dipublikasikan ke maba sebagai bocoran aja supaya mereka tidak bingung apa itu mentoring” tutur Dwike Ikromi mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Prodi D4 Teknik Informatika.

 

(Ikfi, Vivian, Wulan)

Related Posts