Bekali Wawasan Kebangsaan, Polinema Bentuk Maba Lewat LDK

Maba saat melakukan yel-yel penyemangat sebelum diadakannya malam inagurasi di GOR Indoor Divif 2 Kostrad, Jum’at (17/08). (Tata)

Politeknik Negeri Malang (Polinema) tahun 2018 kembali mengadakan Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) dan Wawasan Kebangsaan. Menurut DR. ENG. Anggit Murdani, ST, M.ENG. selaku Pembantu Direktur III (Pudir III) LDK adalah suatu kegiatan pelatihan khusus untuk mahasiswa baru (maba) yang dilakukan setiap tahun. Menurut Letkol Inf Wilson Napitupulu yang merupakan Wakil Asisten Teritorial Kasdivif 2 Kostrad, “LDK merupakan kegiatan yang sangat penting apalagi di tengah era globalisasi dimana terdapat banyak ancaman kepada Bangsa Indonesia seperti narkoba dan radikalisme. Sehingga mahasiswa memiliki jiwa yang tangguh, serta memiliki jiwa kebangsaan dan nasionalisme,” jelas beliau. Kegiatan LDK bertujuan memberikan bekal kepada maba untuk membentuk karakter yang berkualitas sehingga dapat diterapkan saat memasuki dunia perkuliahan.

Bapak Anggit menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan LDK tidak ada perbedaan yang signifikan antara LDK 2018 dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi dari segi pelaksanaan dan tempat memang berbeda. Jika tahun 2017 Polinema memilih tempat Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (LANAL) untuk gelombang satu serta Coban Talun dan P-WEC untuk gelombang dua dan tiga, untuk tahun 2018 Polinema memilih tempat di Divif 2 Kostrad yang berada di Songsong Jalan Raya Singosari, Songsong, Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang.

Setiap tahun Kostrad memang digunakan untuk pelatihan bagi mahasiswa dari berbagai Universitas, namun untuk Polinema baru tahun 2018 ini bekerja sama dengan pihak Kostrad. Polinema dan Kostrad sendiri memiliki misi yang sama, seperti yang dipaparkan oleh Kolonel Inf Erwin, selaku Asisten Teritorial Kasdivif 2 Kostrad,Kami memiliki misi yang sama demi kemajuan bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yang kedua, tantangan dari luar bagaimana ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang sekarang sudah berjalan sehingga harus mempunyai mental bersaing yang diwujudkan dengan disiplin, sehingga dengan adanya penerapan militer ini akan membawa pada pribadi maba dan pada kegiatan perkuliahan”. LDK dilaksanakan mulai tanggal 31 Juli 2018 dan berakhir tanggal 18 Agustus 2018. Seperti tahun sebelumnya, LDK tahun ini juga dibagi menjadi tiga gelombang dengan agenda kegiatan yang sama untuk setiap gelombang. Adapun LDK Gelombang satu dimulai 31 Juli sampai 5 Agustus 2018, untuk gelombang kedua dimulai tanggal 7 Agustus sampai 12 Agustus 2018 dan gelombang ketiga dimulai tanggal 14 Agustus sampai 18 Agustus 2018. Menurut Bapak Erwin, pembagian tersebut dilakukan bertujuan untuk memudahkan pengawasan dan penanaman disiplin yang tepat sasaran. “Dikarenakan 1000 mahasiswa lebih mudah dibentuk dan diawasi daripada 3000 mahasiswa sekaligus.” Tutur beliau.

Jau Pameran Alutsista LDK Maba 2018 Gelombang tiga di Aula Utama Divisi Infanteri 2 Kostrad, Jum’at (17/08). (Mauliya)

Setiap gelombangnya kegiatan LDK dilaksanakan selama satu minggu. Dengan serangkaian yang terdiri dari aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Berdasarkan pemaparan Bapak Wilson, aspek pengetahuan merupakan kegiatan penyampaian materi baik materi kampus maupun materi dari luar seperti pemahaman tentang terorisme, wawasan kebangsaan, bela negara, kedisiplinan, bahaya narkoba, dan bahaya radikalisme. Sedangkan aspek keterampilan merupakan pelatihan lapangan tentang materi-materi dasar dalam militer, keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan seperti pertolongan pertama atau kesehatan di lapangan, bela diri dasar dan kegiatan untuk melatih mental yang lain seperti baris berbaris, caraka malam, serta outbound.

Setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki tujuan tertentu yang memang dirancang untuk membentuk karakter unggul setiap mahasiswa. Tujuan dari masing-masing kegiatan sebagaimana diungkapkan oleh Bapak Erwin, seperti caraka malam dan outbound bertujuan untuk membentuk mental maba yang amanah, tanggung jawab serta memiliki keberanian dan keyakinan dalam menghadapi segala situasi dan rintangan. Sehingga output yang diharapkan adalah karakter maba yang lebih siap untuk mengahadapi kegiatan pendidikan dengan didasari mental juang dan cinta tanah air. Hal unik lebih terlihat saat adanya malam inagurasi yang dilakukan pada malam terakhir sebelum mahasisiwa pulang dari kegiatan LDK, dimana kegiatan ini berlaku bagi masing-masing gelombang. Malam inagurasi merupakan malam hiburan bagi maba di aula Divif 2 Kostrad dan disuguhi pentas hiburan berupa musik dan beberapa penampilan perwakilan maba. Selain itu ada juga Jau Pameran Alutsista, yang memamerkan berbagai alat tempur seperti kendaraan tempur jenis tank, senjata tempur dan alat-alat tempur lainnya.

Upacara Penutupan LDK Maba Polinema 2018 di Lapangan Divisi Infanteri 2 Kostrad, Sabtu (18/08) (Tata)

 

Menghadapi 3000 mahasiswa yang berbeda sifat perilakunya bukan perkara mudah. Meskipun sudah dirancang secara matang, pelaksanaan LDK tetap tidak luput dari kendala meskipun tidak besar. Kendala yang dihadapi tahun ini menurut Bapak Erwin hanya terdapat pada kondisi kesehatan dari beberapa maba yang memang memiliki riwayat kesehatan tertentu, sehingga memerlukan perhatian khusus dan tidak dapat mengikuti kegiatan secara penuh. Tidak ada evaluasi yang signifikan untuk setiap gelombang, tetapi dari semangat mahasiswa untuk setiap gelombangnya lebih meningkat. Berbicara semangat dan antusiasme, Bapak Anggit menilai bahwa antusiasme dari masing-masing maba rata rata lebih dari 50% mengatakan sangat senang dan memberikan dampak positif bagi maba. Sebagaimana dituturkan oleh Katenuke Prasdinata mahasiswa Program Studi (Prodi) D4 Teknik Otomotif Elektronik yang menjalankan LDK di gelombang tiga, “Kalau saya sangat antusias untuk mengikuti LDK ini selain sebagai syarat skripsi nanti, juga benar kita wajib mengikuti kegiatan ini karena disiplin itu sangat penting”.

Kegiatan LDK tersebut merupakan kegiatan yang sangat penting, seperti penuturan Bapak Wilson bahwa output yang diharapkan memang lebih banyak memberikan feedback yang positif bagi maba, setelah mengikuti kegiatan LDK dalam beberapa hari maba lebih memiliki sikap yang disiplin. Selain itu maba diharapkan mampu menjaga kekompakan yang terjalin antara maba satu dengan maba yang lainnya. Mereka juga diharapkan lebih memiliki jiwa militerisme, Militansi itu maknanya luas bukan militer yang militan, tetapi lebih menjadi orang yang gigih, pantang menyerah dan antusisas untuk mengejar citacitanya tanpa melupakan jati dirinya sebagai anak bangsa,” tukas Bapak Wilson.

Dari pengawasan pelaksanaan LDK Bapak Erwin memberikan sarannya bahwa pihak kampus (Polinema) sebaiknya lebih menekankan sikap disiplin, semisal diadakannya suatu kegiatan kesenatan saat mengawali minggu dan mengakhiri minggu seperti kegiatan belajar mengajar. Sehingga kekompakan dan sasaran pendidikan terhadap mahasiswa dapat tercapai. Dari pentingnya kegiatan LDK, mahasiswa diharapkan tidak melupakan segala pemahaman dan materi saat LDK. Seyogyanya mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang didapatkan ketika LDK di kehidupan kampus dan kehidupan sehari-hari, untuk generasi Polinema yang lebih baik.

(Deby, Mauliya, Vivian)

Related Posts