Beat Attack Vol. 7, Ajang Lomba Bidang Dance

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Theatrisic Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyelenggarakan acara Beat Attack Vol. 7 di Graha Theater, Minggu (16/07). Acara ini rutin diadakan tiap tahun dalam rangka memberi wadah kepada para pecinta dance agar hobi mereka dapat tersalurkan secara positif. Selain itu, Beat Attack juga dijadikan wadah untuk menjalin silaturahmi antar dancer se-Jawa Timur. Acara kali ini mengangkat tema “One Stage to be Unbeatable”, dengan 23 peserta dari seluruh Jawa Timur. Kompetisi se-Jawa Timur ini memberikan empat kategori dance yang dilombakan, yakni modern dance, traditional dance, bboy battle, dan all style battle.

Asri Kusuma Dancer, tim tari dari Sanggar Tari dan Karawitan (STK) Universitas Negeri Malang (UM) menampilkan tari “Kebat Ngingel” asal Ponorogo, Minggu (16/07).

Acara dimulai pukul 09.30 hingga 21.00 WIB dengan diawali sambutan. Kemudian dilanjutkan performance dari modern dance dan traditional dance. Setelah itu, acara dilanjutkan ke bboy battle dan all style battle. Selain penampilan dari peserta, ada juga penampilan dari para guest star yaitu komunitas dari Cikili, Gostreem Basketball, dan Homedance divisi tari Theatrisic. Lalu acara ditutup dengan pengumuman pemenang dari masing-masing kategori yang dilombakan.

Untuk kategori modern dance, juara 1 diraih oleh Little Banana, juara 2 oleh D’boys Factory, dan juara 3 oleh Xcalibur. Sedangkan untuk traditional dance, juara 1 diraih oleh Ayu Langgeng, juara 2 oleh Floleta, dan juara 3 oleh STK Asri Kusuma. Adapun untuk kategori bboy battle juara 1 diraih oleh Ferdian disusul Jadid yang meraih juara 2. Sedangkan untuk kategori all style battle juara 1 diraih oleh Anam dan juara 2 diraih oleh Mukham. Rama Yusuf Mahendra, selaku koordinator acara ini mengatakan “BBoy itu seperti break dance. Kalau untuk all style ini masing-masing peserta menunjukan bakatnya kemudian lawan dari peserta tersebut akan membalas dengan gaya dance yang berbeda”. Resti Aji, mahasiswi dari Universitas Negeri Malang (UM) mengatakan bahwa acara ini cukup meriah. “Hanya saja untuk kedepannya bisa lebih tepat waktu sesuai jadwal yang diberikan kepada peserta.”

Adinda, Hafil, Purnitasari

Related Posts