Thu. Dec 3rd, 2020

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Bantuan Pulsa LinkAja Diberhentikan: Mahasiswa Merana, Polinema Lepas Tangan

3 min read

Ilustrasi bantuan pulsa LinkAja yang dibatalkan. (Sukma)

Rabu, (14-10) Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengeluarkan Nota Dinas No 100/PUDIR.II/TU/2020 yang menyatakan bahwa bantuan LinkAja untuk bulan Oktober dan November sebesar Rp150.000 diberhentikan. Di poin nomor 3 dijelaskan jika diberhentikannya bantuan karena larangan double funding atau duplikasi bantuan.

Double funding itu ketika bantuan didapatkan dari sumber dana yang sama, kan kita dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan mereka (Dirjen Vokasi) juga dari Kemendikbud. Kecuali kami memberikan bantuan dari sumber dana kementrian yang lain, itu baru diperbolehkan. Sehingga nota dinas itu dikeluarkan berdasarkan peraturan yang dibuat oleh Dirjen Dikti,” ujar Drs. Halid Hasan, MStratHRM selaku Pembantu Direktur (Pudir) II.

Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 821/E.E1/SP/2020. (Sukma)

Dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 821/E.E1/SP/2020, terdapat arahan untuk mengalihkan bantuan serupa (kuota) agar tidak terjadi duplikasi bantuan. Jika Polinema tetap memberikan bantuan LinkAja, maka dapat menjadi pelanggaran. “Tidak patuh itu jadi temuan namanya, kalau nilainya besar itu bisa masuk ke dalam ranah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga. Penyalahgunaan prosedur itu juga bisa jadi temuan. Kalau memang salah, pak Direktur harus mengembalikan sejumlah bantuan yang diberikan,” ujar Pudir II.

Pudir II menjelaskan lagi bahwa statement dari Direktur dalam diskusi dengan mahasiswa umum di Polinema pada Senin, (03-08), disebabkan belum tahunya informasi mengenai bantuan kuota 50 Gigabyte (GB) dari Kemendikbud. “Bukan berarti Polinema itu tidak mau memberikan bantuan, nyatanya kita juga sudah menganggarkan untuk itu. Tapi karena ada ketentuan seperti itulah yang membuat Polinema tidak memberikan (bantuan),” ucap Pudir II.

Perlu diketahui, berdasarkan Buku Saku Program Kuota Belajar, Kemendikbud memberikan bantuan kuota 200GB selama 4 bulan, dengan pembagian 5GB kuota reguler dan 45GB kuota video conference untuk setiap bulannya.

Rincian bantuan kuota data internet dari Kemendikbud. (Sukma)

Hal ini menimbulkan pertanyaan. Lantas ke mana dana bantuan LinkAja dialokasikan? Pudir menjelaskan, jika dana bantuan LinkAja berasal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). PNBP berasal dari Uang Kuliah Tunggal (UKT), aset Polinema seperti penyewaan gedung, kerja sama, dan manajemen kas. Meskipun PNBP tidak berasal dari pajak tetapi tetap mengikuti ketentuan Kemendikbud. “Tetap masuk ke kas Polinema gak akan berkurang. Untuk apa? Ya untuk perencanaan yang bermanfaat. Tapi saya belum tau kedepannya bakal digunakan untuk apa ya, yang jelas dana yang sudah disiapkan tidak akan hangus,” jelas Pudir II

Kekecewaan Mahasiswa

Kebijakan ini tentu menyulut kekecewaan mahasiswa Polinema. Beberapa mahasiswa merasa bantuan kuota Kemendikbud tidak efektif membantu mahasiswa. Beban perkuliahan mahasiswa tidak hanya video conference, tetapi juga hal lain seperti pengunduhan materi di grup WhatsApp atau Google Classroom, mencari materi di Youtube dan mengunduh aplikasi. Sedangkan besaran kuota dari Kemendikbud tidaklah banyak, hanya 5GB.

“Kita download software, lihat materi, dan materi itu kan nggak cuma dari artikel aja, ada mata kuliah (matkul) yang melihat video dari YouTube jadi butuh kuota lumayan besar,” papar Sania Ahva Yuniar, dari D4 Jaringan Telekomunikasi Digital (JTD). Senada dengan Sania, salah satu mahasiswa D3 Administrasi Bisnis juga menyayangkan diberhentikannya bantuan LinkAja, “Kalau ada mata kuliah yang pakai aplikasi kita kan juga harus tethering ke laptop, nyari aplikasinya dan download. Itu juga pake kuota reguler dan ga sedikit habisnya. Apalagi yang di rumahnya nggak punya wifi,” ujarnya.

Selain itu, beberapa mahasiswa mengaku belum mendapatkan kuota ini meskipun sudah mengisi biodata pada laman siakad dengan benar. “Bantuan dari pemerintah (Kuota 50GB) juga belum sepenuhnya merata, saya sendiri juga belum mendapatkan bantuan tsb, padahal nomor yang saya ajukan pada siakad nomor yg benar dan aktif,” ujar Moch. Diky Imam Wahyudi mahasiswa D4 JTD. Tak hanya itu, kuota 50GB ini juga bermasalah karena tidak bisa terpakai. “Dengan kuota edukasi yang banyak itu waktu kuota regulerku habis harusnya aplikasi (Google Meet) itu tetep jalan, ini malah berhenti. Berarti kan sama saja kita pakai kuota reguler. Kuota edukasi malah sisa banyak nggak terpakai,” ujar mahasiswa D3 Administrasi Bisnis.

Menjawab keresahan mahasiswa terkait masalah kuota ini, Pudir mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena mereka hanya mematuhi peraturan dari Kemendikbud. Lalu menanggapi kuota 50GB yang tidak maksimal, beliau mengarahkan mahasiswa untuk melapor ke bagian akadamik. “Verifikasi data mahasiswa itu ada pada bagian akademik. Sampaikan saja, itu hak mahasiswa. Kalau memang bukan berasal dari kesalahan mahasiswa sendiri pasti ada bentuk pertanggungjawaban,” ujar Pudir II.

Wajar jika diberhentikannya bantuan LinkAja membuat mahasiswa kecewa. Bantuan Link Aja telah dianggap sebagai obat karena tidak adanya penurunan biaya UKT.  “Kita udah bayar UKT lalu fasilitas kampus nggak kita nikmati gitu lo. Terus sekarang masa 150k aja gabisa turun. Ya semoga dikasih pendanaan lah, semoga itu pimpinannya mengerti keadaan mahasiswa,” ujar Sania.

(Amyrah, Aura, Dudi, Sukma)

3 thoughts on “Bantuan Pulsa LinkAja Diberhentikan: Mahasiswa Merana, Polinema Lepas Tangan

  1. Saya sepemikiran dengan mahasiswa lainnya. Bahwa bantuan kuota tersebut tidak cukup jika digunakan selama 4 bulan. Ada beberapa tugas yang harus mengupload lewat YouTube, streaming YouTube, dan itu menghabiskan kuota reguler. Saya rasa ini tidaklah fair. Dan semoga pimpinan kami tahu akan keluh kesah kami. Mengerti pula bagaimana keadaan teman-teman yang ada di pelosok, tidak ada WiFi, kuota cepat habis, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.