Tue. Oct 20th, 2020

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Bantuan Kuliah Daring, Kuota Gratis 30 GB yang Sia-Sia hingga Saldo Pulsa LinkAja

5 min read

Postingan @polinema_campus mengenai kuota gratis Telkomsel. (Via)

Sejak pandemi Corona Virus Disease (COVID)-19 melanda, kegiatan perkuliahan di Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang biasanya dilakukan secara tatap muka, harus dilakukan secara daring. Hal itu dijelaskan melalui Surat Edaran nomor 25/DIR/TU/2020. Kuliah daring ini tentu membuat kebutuhan seperti kuota dan jaringan internet sangat vital untuk mendukung pembelajaran daring. Menanggapi hal ini, Polinema menyediakan berbagai bantuan, mulai dari kerjasama dengan provider Telkomsel dan Indosat Ooredoo untuk kuota gratis hingga bantuan pulsa gratis melalui aplikasi LinkAja.

Lantas bagaimanakah jalannya bantuan yang diberikan Polinema ini? Apakah efektif membantu mahasiswa? Untuk itu, LPM Kompen telah melakukan riset dan wawancara di lapangan mengenai respon dan jalannya bantuan. Beragam respon dan problematika mewarnai bantuan ini. Mulai dari keluhan kuota yang tidak tepat sasaran hingga respon pulsa gratis dari LinkAja.

Kuota Gratis yang Terbatas

 

Dilansir dari Instagram @polinema_campus, Polinema bekerjasama dengan 2 provider, yaitu Telkomsel dan Indosat Ooredoo untuk memberikan kuota gratis 30 GigaByte (GB) selama 30 hari sebagai penunjang pembelajaran daring. Untuk provider Telkomsel, kuota ini dapat diaktifkan melalui aplikasi MyTelkomsel, kemudian pilih paket ilmupedia. Sedangkan untuk provider Indosat, mekanisme penggunaannya dengan cara mengaktifkan paket di *123*369#.

Bantuan kuota ini terdengar sangat menarik, namun ternyata akses aplikasinya terbatas. Kuota gratis Telkomsel hanya bisa digunakan untuk mengakses (Learning Management System) LMS Polinema, LMS Jurusan Teknologi Informasi (JTI), dan Meet Polinema. Selain itu pada provider Indosat, kuota yang disediakan hanya bisa mengakses Ruang Guru, Quipper, dan Sekolahmu.com. Tentu hal ini membuat kecewa mahasiswa karena mahasiswa tidak bisa leluasa dalam memanfaatkan kuota tersebut.

Berbagai respon tentang bantuan kuota gratis pun muncul, salah satunya adalah Elsa Aprelia, mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Program Studi D3 Manajamen Informatika menuturkan bahwa ia tidak menggunakan kuota gratis 30 GB dari Indosat, walaupun ia menggunakan provider tersebut. Hal ini dikarenakan kuota tersebut tidak dapat digunakan di aplikasi yang biasanya dipakai seperti Zoom dan Google Clasroom.

“Menurut saya kuota gratis ini tidak tepat sasaran. Saya membaca keterangan kuota gratis tersebut ternyata hanya dapat digunakan untuk mengakses Ruang Guru dan sejenisnya, sedangkan mahasiswa Polinema tidak menggunakan aplikasi itu,” ujar Elsa.

Hal senada juga disampaikan oleh Anri Heksa Ramadhan, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Program Studi D3 Teknologi Konstruksi Jalan, Jembatan, dan Bangunan Air. Ia menjelaskan jika pembelajaran online bersama dosen banyak menggunakan aplikasi seperti Google Classroom, Edmodo, Discord, WhatsApp, dan Zoom. Ia menyayangkan bantuan kuota ternyata hanya bisa untuk aplikasi yang tidak pernah digunakan. “Padahal kuota tersebut penting, apalagi untuk mahasiswa yang kurang mampu dan tidak ada akses  Wireless Fidelity (Wi-Fi),” ujar Heksa.

Tidak hanya itu, ada juga keluhan mengenai provider yang tidak cocok dipakai di lokasi pengguna. Hal ini dikarenakan sinyal provider yang lemah di beberapa daerah. Keluhan ini dirasakan oleh Rizzal Fierdhiansyach Pratama, mahasiswa Jurusan Akuntansi Program Studi D4 Keuangan, menurutnya, hal tersebut menyebabkan mahasiswa yang menggunakan provider selain Indosat harus membeli kuota sendiri untuk pembelajaran daring. “Saya tidak bisa menggunakan kuota tersebut karena saya tidak menggunakan provider Indosat. Selain itu, sinyal provider Indosat di rumah saya sulit,” ujarnya.

Postingan @polinema_campus mengenai kuota gratis Indosat Oredoo. (Via)

Bantuan Pulsa Gratis Berbentuk Saldo

Setelah bantuan kuota 30 GB yang dirasa kurang efektif dan banyak dikeluhkan mahasiswa, Polinema memberikan bantuan lain yaitu pulsa gratis. Berbeda dengan kuota yang penuh keterbatasan, bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo dalam aplikasi LinkAja sehingga mahasiswa lebih leluasa untuk memanfaatkannya. Drs. Halid Hasan, M.Strat. HRM., selaku Pembantu Direktur (Pudir) II menjelaskan jika tujuan dari bantuan ini untuk meringankan beban mahasiswa terkait dengan pembelajaran daring yang tentunya membutuhkan pengeluaran tambahan. “Kami ingin memastikan bahwa semua mahasiswa Polinema dapat mengikuti pembelajaran daring dengan lancar.” ujar beliau.

Berdasarkan Surat Edaran nomor: 33/DIR/TU/2020 tentang pemberian bantuan pulsa kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Adapun jumlah pulsa untuk tenaga pendidik (dosen) yaitu sejumlah Rp150.000, tenaga kependidikan Rp100.000–150.000, dan mahasiswa sejumlah Rp100.000,00. Pulsa tersebut diberikan untuk bulan Maret hingga Mei 2020. Bantuan ini disalurkan kepada mahasiswa melalui aplikasi LinkAja sedangkan untuk dosen dan tenaga kependidikan melalui rekening Payroll gaji pegawai.

Untuk mendapatkan dana bantuan tersebut, pertama, setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengunduh dan membuat akun di aplikasi LinkAja. Setelah mengunduh aplikasi tersebut, mahasiswa diwajibkan memasukkan nomor handphone yang aktif pada Sistem Informasi Akademik (Siakad) Polinema mulai tanggal 13–17 April 2020. Data itu nantinya akan diverifikasi kebenarannya apakah sesuai dengan nomor handphone yang didaftarkan pada LinkAja. Seminggu berikutnya, pada tanggal 24 April semua mahasiswa mendapatkan pulsa sebesar Rp300.00,00 di akun LinkAja masing-masing.

“Yang menentukan besaran bantuan pembelian pulsa adalah pimpinan. Sedangkan yang mengatur teknis pembayaran adalah bendahara Polinema di bawah kendali Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) dan dibantu bagian administrasi akademik karena pemberian bantuan ini berbasis data akademik,” ujar Pudir II.

Website LMS  dan aplikasi LinkAja. (Via)

Beberapa mahasiswa Polinema juga menyampaikan respon tentang pulsa gratis LinkAja.  Abdurrahman Wahid Irsyad Addakhil, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Program Studi D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi merasa terbantu dengan adanya pulsa gratis. Ia merasa tidak khawatir lagi masalah kuota ketika sedang kelas daring melalui videocall bersama dosen dan kepentingan kuliah daring lainnya. “Bantuan ini sangat membantu dan berguna bagi mahasiswa yang belum memiliki fasilitas Wi-Fi,” ungkapnya.

Neta Hikmatul Fadhilah, mahasiswa Jurusan Akuntansi Program Studi D3 Akuntansi juga merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Selama pembelajaran daring, ia memiliki beberapa kendala, salah satunya kuota.  Dalam satu minggu ia bisa menghabiskan kurang lebih Rp80.000,00 untuk membeli kuota. Dengan bantuan ini ia rasa lebih efektif karena saldo LinkAja dapat langsung ditukar dengan pulsa dan paket data untuk semua provider. “Di rumah saya, tidak tersedia fasilitas Wi-Fi, maka dari itu saya merasa kuliah daring ini memberatkan. Kemudian ada pemberian pulsa dari Polinema dalam bentuk saldo LinkAja, tentu saja ini sangat membantu saya,” ujarnya.

Selain respon dari mahasiswa, Dwi Puspita Sari selaku dosen Jurusan Teknologi Infomasi juga memberikan respon. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu, meskipun tanpa bantuan ini, dosen memang punya kewajiban untuk menyampaikan materi kuliah. “Kalau saya pribadi, meskipun tanpa bantuan itu, saya akan tetap mengajar walaupun membutuhkan kuota yang banyak. Tapi dengan adanya bantuan ini, saya sangat berterima kasih,” ungkapnya.

Dari berbagai tanggapan tadi, tidak dipungkiri bahwa bantuan kuota gratis ini adalah bantuan yang sia-sia karena kurang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Bantuan ini dinilai kurang efektif karena hanya bisa digunakan oleh pengguna provider Telkomsel dan Indosat. Selain itu, jangkauan aksesnya sangat terbatas pada aplikasi tertentu membuat mahasiswa kecewa.  Hal ini dapat dijadikan pelajaran untuk Polinema dalam mengambil kebijakan bantuan selanjutnya. Seharusnya Polinema juga paham bahwa mahasiswanya tidak menggunakan aplikasi seperti Ruang Guru, Quipper, Sekolahmu.com. “Sayang sekali sih, dengan kuota yang lumayan besar, tidak dapat digunakan karena tidak tepat sasaran, yaa seperti sia-sia gitu,” keluh Elsa.

Berbeda dengan kuota gratis, bantuan pulsa gratis yang disalurkan melalui LinkAja dinilai lebih efektif. Bantuan pulsa gratis lebih fleksibel dan tidak ada pembatasan provider karena berupa saldo. Saldo LinkAja tersebut bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk membeli kuota internet yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai aplikasi. Namun, bantuan ini dikhawatirkan tidak digunakan secara bijak oleh mahasiswa dan malah menggunakannya untuk kepentingan lainnya. “Semoga kuota gratis ini tidak disalahgunakan mahasiswa untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti game online yang dapat membuang-buang kuota internet,” ujar Rizzal.

 

(Asril, Sinta Y, Syahbil, Via)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.