Artdicted 2019, Selaraskan Rasa dan Karsa melalui Pameran Seni Rupa

Beberapa pengunjung sedang menggambar dan melukis di tempat “Ayo Berkarya” pada Artdicted 2019 di Auper, Sabtu (07-09). (Lina)

Artdicted 2019 merupakan acara pameran karya  seni rupa tahunan, yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Theatrisic Politeknik Negeri Malang (Polinema). Acara yang digelar kelima kalinya ini mengusung tema “Sarana Pamer Suatu Karya Terhadap Rasa dan Karsa (Sapasar Teras)” yang memiliki arti selaras, serasa, antara manusia dengan  Sang Pencipta. Tujuan diselenggarakannya acara ini sebagai sarana mempertunjukkan hasil karya Mahasiswa Pencinta Seni Rupa (WATASEPA) kepada pengunjung, sekaligus wujud pengenalan UKM Seni Theatrisic kepada mahasiswa baru Polinema 2019/2020.  Pelaksanaan Artdicted tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya,  yakni digelar selama dua hari pada tanggal 06—07 September 2019 bertempat di Aula Pertamina (Auper), Polinema. Selain itu, tahun ini UKM Seni Theatrisic turut menggandeng empat komunitas luar kampus yaitu Lukis Bareng (Luber) Malang, Titik Dua dari Batu, Sanggar Minat (SAMIN) dari Universitas Negeri Malang, dan UKM Seni Rupa Murni dari Universitas Brawijaya.

Pada hari pertama acara dimulai dengan workshop yang dibuka  pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB, kemudian dilanjutkan kegiatan pameran. Untuk mengikuti pameran tidak dikenakan biaya,  namun bagi pengunjung yang ingin mengikuti workshop dikenakan biaya sebesar  Rp 60.000,00. Workshop pada Artdicted 2019 ini mempunyai daya tarik yang berbeda dari tahun sebelumnya, yakni adanya drawing on wood (penggunaan kayu sebagai media untuk melukis). Pemateri workshop adalah Garis Edelweiss, seorang seniman seni rupa asal Pasuruan. Partisipan workshop dan pameran hari pertama berjumlah 300 pengunjung,  baik dari Polinema maupun masyarakat umum. Pada hari kedua, selain seni rupa murni juga dipamerkan hasil karya seni rupa terapan berupa hasil foto, paper quiling, kliping, dan hand lattering. Serangkaian acara pada hari kedua ini terdapat penampilan live music dari “Secret Girls”. Terdapat pula games yang mengikutsertakan panitia, komunitas serta pengunjung untuk membuat kolase. Hasil kolase tersebut nantinya akan dipamerkan dan dinilai langsung oleh pengunjung.  Pemenang dari games ini akan mendapat hadiah khusus dari panitia. Komunitas yang berkolaborasi dengan UKM Seni Theatrisic pada Artdicted 2019, juga diberikan stan khusus untuk mempromosikan hasil karyanya. SAMIN misalnya, merupakan salah satu UKM yang memamerkan karya di stan mereka berupa kerajinan tangan. Selain itu, terdapat komunitas Lukis Bareng (Luber) Malang yang melukis langsung di stan-nya.

Lukis Bareng (Luber) Malang sebagai salah satu komunitas yang ikut berpartisipasi dalam  Artdicted 2019, Sabtu (07-09). (Lina)

Salah satu pengunjung,  mahasiswa Program Studi D4 Teknik Informatika, Irsyada Al-Firdausy Radiansyah Putra menuturkan, “Dari segi tampilan luar acaranya luar biasa dan terlihat artistic karena kerja sama dengan komunitas luar, namun pengunjung dari acara ini masih sedikit, mungkin karena publikasi yang kurang”. Hal ini sejalan dengan pernyataan Sultan Ahmad selaku Ketua Pelaksana,  bahwa ada kendala kecil dalam persiapan pameran yaitu terdapat beberapa pamflet yang belum tersebar. Juga dengan konsep pameran yang matang tanpa disertai dengan antusias pengunjung menjadi evaluasi bagi UKM Seni Theatristic. “Semoga ke depannya lebih sukses, lebih bagus dengan konsep yang lebih wow lagi serta bisa membanggakan UKM Seni Theatrisic,” pungkas Sultan.

(Alifiya, Aulina, Jovita)

Related Posts