Alarm Palsu

Sumber : https://pxhere.com/en/photo/510888

 

Detiknya kian lama kian sumbang

Melankolisnya kian lama kian pudar

Mata angin tak lagi menampakkan arah

Gema ilmu tak lagi memadati semesta

 

Geram, heran

Sedih, miris

Masihkah pantas disebut bumi?

Ataukah planet yang menangis?

 

Kehijauan direnggut serakah

Keadilan direnggut formalitas

Kemanusiaan direnggut kekuatan

Keempatian direnggut legalitas

Rintik hujan darah

Membanjiri tiap air mata

Teriakan tak berdaya

Menyayat tiap hati

 

Dimanakah pemberhentianmu?

Dimanakah penyesalanmu?

Kesakralan bukan lagi nyawa

Ketakutan bukan lagi dosa

 

Ranjau ini masih

Meleburkan kepingan tubuh

Senapan ini masih

Menancapkan bongkahan peluru

 

Peringatan Sang Ilahi Rabbi

Dianggap alarm palsu

Berdetik, namun mereka menulikan diri

Dalam pandangan ganas tak manusiawi

 

Cabikan sadis,

Tembakan brutal,

Mengikis habis mereka

Yang berjuang fisabilillah

 

(Deby S.A)

Related Posts