Thu. Oct 22nd, 2020

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Aksi Tolak UU Cipta Kerja Penuh dengan Kericuhan

2 min read

Mahasiswa dan kepolisian sedang berdialog mengenai kelanjutan aksi, Kamis (08-10). (Sukma)

Kamis (08-10), berbagai elemen masyarakat, buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan, menggelar aksi penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Aksi ini digelar pada pukul 08.00–16.00 WIB. Dalam press releasenya, massa menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan menuntut untuk mencabut UU Cipta Kerja. “UU Cipta Kerja harus segera dibatalkan karena tidak pro rakyat, tidak transparan, tergesa- gesa dan penuh kejanggalan,” ujar salah satu peserta aksi dalam orasinya.

Aksi diawali dengan longmarch dari Stadion Gajayana menuju gedung DPRD Kota Malang. Sepanjang jalan, massa aksi bergantian berorasi di atas mobil komando secara tertib. Namun tiba-tiba keadaan memanas karena terdapat oknum yang melakukan pelemparan batu dan botol air mineral ke arah DPRD. Pelemparan ini dibalas polisi dengan menembakkan gas air mata dan water canon. Beberapa massa aksi terluka dan tak sadarkan diri akibat dari kericuhan ini.

“Sayangnya tidak berjalan lancar setelahnya dipicu kericuhan oknum di luar aliansi yang kurang tepat,” ujar Prasetyo selaku Humas dari Aliansi Malang Melawan.

Kondisi Balai Kota Malang saat kericuhan, Kamis (08-10). (Yos)

Pada pukul 13.00 WIB, massa aksi melanjutkan orasinya kembali di depan gedung DPRD. Namun kericuhan kembali terjadi, massa aksi dipukul mundur dari Balai Kota hingga akhirnya tertahan di perempatan Jalan Kahuripan. Hingga aksi berakhir, tidak ada satupun perwakilan DPRD yang datang menemui massa aksi untuk berdialog.  

“Aksi rencananya akan ada pernyataan sikap dan penyampaian orasi di depan DPRD, tapi belum tercapai karena kericuhan tadi, dan kita tarik mundur untuk mengamankan massa juga,” ujar Prasetyo.

Menanggapi aksi ini, Rimzah Jubair selaku Wakil DPRD III Kota Malang buka suara melalui postingan di akun Instagram pribadinya @Rimzza. Ia mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai prosedur dan dengan cara yang tidak merugikan.

“Aksi di gedung DPRD hari ini sungguh sangat saya sayangkan karena kerusuhan yang terjadi dan akhirnya aliansi buruh yang tergabung dalam aksi tidak sempat menyampaikan orasi karena kerusuhan yang dibuat oleh oknum masa aksi yang tidak bertanggung jawab. Gedung DPRD dirusak,” tulisnya dalam caption Instagram-nya pada Kamis (08-10).

(Aditya, Maududi, Sukma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.