Akhiri Kegiatan Mentoring dengan Closing Mentoring

Guna menutup serangkaian mentoring yang telah berlangsung selama satu semester, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Islam Polinema (Rispol) menyelenggarakan Closing Mentoring di Graha Polinema, Minggu (23/04). Acara ini wajib dihadiri oleh mahasiswa baru yang beragama Islam (mentee) dan para mentor.   UKM Rispol turut mengundang pemateri Ustadz Arif Sofyansyah, dan Al-Banjari Syifaul Qolbi. Closing Mentoring tahun ini berbeda dari tahun lalu. Tahun lalu Closing Mentoring diadakan di Aula Pertamina selama dua hari.

Acara berlangsung pada pukul 08.30 hingga 11.00 WIB. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Al-Banjari Syifaul Qolbi. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Asbar Amrullah selaku ketua pelaksana, M. Ikhwan Mastaufi selaku Ketua Umum Rispol, Idrus dari Kementerian Agama (Kemenag) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Bapak Sidik Ismanu selaku Pembantu Direktur (Pudir) III. Acara selanjutnya adalah penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mentor maupun mente mengenai pelaksanaan mentoring. Panitia juga menyampaikan syarat pengambilan sertifikat mentoring, antara lain mengikuti 12 kali pertemuan diantaranya 10 kegiatan mentor, 1 pembukaan dan 1 penutupan mentoring. Sedangkan puncak acara adalah penyampaian materi oleh Ustadz Arif Sofyansyah mengenai sejarah Isra’ Mi’raj dan kunci 3 sukses dalam menghadapi masalah, yaitu semangat berikhtiar, sabar, dan tetap berdo’a.

Para mahasiswa khusyuk mendengarkan materi dari Ustadz Arif Sofyansyah dalam acara Closing Mentoring yang diadakan oleh UKM Rispol di Graha Polinema, Minggu (23/04).

“Salah satu kendala dalam acara ini yakni panggung dari acara hari sebelumnya belum dibongkar dan masih berada di Graha Polinema. Hal tersebut cukup menganggu, sehingga tribun yang awalnya tidak digunakan terpaksa digunakan untuk tempat duduk peserta yang hadir. Selain itu, UKM Seni Theatrisic berhalangan tampil dalam acara Closing Mentoring. Meski demikian, acara tetap berlangsung lancar tanpa kendala lain yang berarti,” ujar Erfan selaku Koordinator Lapangan. “Mentoringnya sudah bagus, namun kadang kurang efisien dan kurang banyak sharing. Semoga tahun depan mentornya lebih dipersiapkan dan peraturannya lebih diperjelas,” pungkas Fitriani mengenai mentoringnya.

(Qolbil, Nia, Farida)

Related Posts