Ajang Pengenalan Teknologi Digital di Era Milenial melalui Semnas Himania 2018

Penyerahan vandel kepada Keenan Pearce selaku pemateri dalam acara Seminar Nasional (Semnas) 2018, Sabtu (8/12). (Vivian)

Keenan Pearce, adalah salah satu pengusaha muda Indonesia yang dapat dibilang sukses dengan bisnis miliknya, Makna Creative. Bisnis yang sudah dirintis sekitar satu tahun terakhir ini telah berkembang pesat di putaran bisnis Indonesia. Selain memberikan finansial yang cukup mencolok, bisnis ini juga cukup mendulang nama pemiliknya. Maka tidak heran lagi, nama Keenan sering terdengar sebagai pemateri di berbagai seminar. Tak kalah, Seminar Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Niaga (Himania) Polinema turut mengundangnya. Seminar nasional tersebut berhasil terlaksana di Auditorium Gedung Sipil lantai delapan Polinema, Sabtu (8/12). Semnas kali ini mengusung tema “How Millenials See The World Through Digital Tecnologi”.

Tema diatas bermakana bagaimana generasi muda melihat dunia melalui teknologi digital, bagaimana mereka tahu perkembangan teknologi digital saat ini, serta pengaplikasian teknologi digital menjadi sebuah ide bisnis yang dapat berkembang. Berangkat dari tema tersebut, tujuan diadakannya seminar kali ini adalah agar peserta mempunyai gambaran dan ide-ide kreatif mengenai cara membangun bisnis digital technology untuk beralih dari bisnis tradisional. Selain founder Makna Creative, Semnas juga menghadirkan Andina Paramita S. selaku Director Of Ngalup.co. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Polinema maupun luar Polinema serta warga umum. Acara berlangsung dari pukul 13.00 – 18.00 WIB. Selain penyampaian materi dari pembicara yang kompeten di bidangnya, acara ini juga dihibur oleh penampilan tari tradisional dan solo vocal, ada juga penampilan original band dari mahasiswa jurusan Teknik Informatika.

Andina Paramita S. selaku Director Of Ngalup.co sedang menyampaikan materi dalam acara semnas 2018 di Auditorium Gedung Sipil lantai delapan Polinema, Sabtu (8/12). (Ikfi)

Inti dari acara ini adalah penyampaian materi 2 oleh Keenan Pearce tentang inspirasi terjun ke dunia inspiratif. Peserta antusias mengikuti semnas dari awal hingga akhir, “Peserta seminar itu kalau ikut seminar pasti yang dilihat background pematerinya, jadi panitia harus menonjolkan dari sisi positif pemateri”, ujar Aridayu Andani selaku ketua pelaksana Semnas. Tidak seperti tahun lalu, perbedaan Semnas tahun ini terletak pada sistem acara dan alur acara yang dibuat lebih menarik. “Pemateri tahun lalu itu Reza Pahlevi untuk sekarang Keenan Pearce dan kalau tahun lalu acara dimulai jam tujuh pagi sedangkan tahun ini dimulai pukul satu siang”, ucap Aridayu. Untuk sistem publikasinya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu yaitu menggunakan pamflet yang disebar di media sosial dan publikasi dari mulut ke mulut. Acara tersebut juga didukung oleh 14 media partner.

Ade Mahesa Putra mahasiswa Polinema jurusan AN mengungkapkan bahwa acara seminar kali ini berjalan lancar, tetapi sedikit terkendala karena pengisi acara datang terlambat. Selain pengisi acara yang datang terlambat terdapat beberapa kendala lain seperti sulitnya mencari pemateri, “Untuk menyiapkan acara ini kita harus berkorban waktu, pulang malam ataupun kita harus lembur untuk menyiapkan acara ini,” ungkap Olivia Danis Safitri selaku koordinator lapangan semnas. Diharapkan kedepannya Himania dapat mencari materi yang mengikuti perkembangan zaman, sehingga materi yang disajikan tidak ketinggalan zaman. “Konsepan acara dan pengisi acara dipersiapkan lebih matang lagi dari pada tahun ini,” tegas Joiratulaila Ramadhani mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga, salah satu peserta Semnas.

 

(Dini, Ikfi, Vivian)

Related Posts