1653 mdpl Gunung Penanggungan, Surganya Pecinta Kabut dan Awan.

Keindahan Puncak Penanggungan 1653 mdpl” (11/02) (Rizal) 

 

Gunung Penanggungan merupakan salah satu gunung berapi non aktif yang berada di dua wilayah kabupaten di Jawa Timur, yaitu Mojokerto (sisi barat) dan Pasuruan (sisi timur). Salah satu ciri khas Gunung Penanggungan adalah puncaknya yang sering berkabut, sehingga disebut “Puncak Pawitra” yang berarti kabut. Dari kejauhan, Gunung Penanggungan tampak seperti Gunung Semeru hanya saja ukurannya lebih kecil. Tidak heran jika banyak yang mengatakan Gunung Penanggungan adalah miniatur dari Gunung Semeru. Kemiringan Gunung Penanggungan sekitar 45 derajat, dengan medan pasir dan bebatuan hingga puncak. Meskipun tidak terlalu tinggi, lereng Gunung Penanggungan yang sangat curam cukup membuat pendaki kesusahan ketika mendaki ataupun menuruni puncak. 

Ada beberapa jalur yang dapat dilalui untuk mencapai Gunung Penanggungan, antara lain pendakian via Tamiajeng, Jolotundo, Kuncoro Wesi, dan Gajah Mungkur. Dari keempat jalur tersebut, jalur yang sering dilalui para pendaki yaitu jalur via Tamiajeng. Jalur ini dianggap sebagai jalur yang paling cepat untuk mencapai puncak Gunung Penanggungan. 

 

“Base Camp – Puncak Bayangan Gunung Penanggungan” (11/02) (Rizal)

 

Untuk mencapai puncak Gunung Penanggungan via Tamiajeng terdapat empat pos pendakian. Pos pertama berada di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Saat di pos pertama, pendaki dapat memarkir sepeda motor sekaligus membayar biaya masuk pendakian serta mengurus surat izin pendakian. Selanjutnya jalan yang landai berbatu akan mengantar pendaki ke pos dua. Untuk sampai di pos dua pendaki tidak perlu susah payah, karena medan yang dilalui tidak begitu sulit dan batuannya tidak terjal. Ketika sampai di pos dua terdapat penjual minuman dan makanan kecil, pendaki bisa menambah bekal di pos dua dan beristirahat sejenak. Setelah dari pos dua, trek tanah padat mulai menanjak dan waktu yang singkat untuk mencapai pos tiga hingga pos empat. Selepas dari pos empat, jalur akan semakin menanjak dan berkelok-kelok. Trek dari pos empat ini biasanya sangat berdebu di musim kemarau dan licin di musim hujan. 

Dibutuhkan waktu sekitar dua jam trekking normal dari base camp untuk sampai di Puncak Bayangan. Puluhan tenda akan menempati puncak bayangan karena tempat ini sangat strategis untuk camping dan melihat sunrise. Walaupun Gunung Penanggungan tidak terlalu dingin, sebaiknya pengunjung juga tetap  menyiapkan jaket dan baju tebal agar tidak kedinginan saat berada di tenda. Rasa lelah selama pendakian akan terbayar dengan keindahan Gunung Penanggungan yang belum banyak terjamah tangan manusia. sudah sepatutnya pengunjung yang datang ke tempat ini turut serta menjaga lingkungan di sekitar Gunung Penanggungan. Salah satu pengunjung yang penulis temui memberi pesan yang tidak bisa dilupakan, “Jangan mengambil apapun kecuali hikmah dari pendakianmu”. 

 

(Rizal) 

Related Posts